Saat
memejamkan mata, aku membayangkan surga bahagia saat dicintai kamu, juga saat
mencintai kamu.
Semuanya terasa begitu indah, terasa sempurna. Seperti cerita
cinta sepanjang masa. aku bersyukur takdir membuatku jatuh cinta padamu.
Namun,
semakin lama mata ini terpejam, air mata malah jatuh perlahan-lahan. Aku
menangis, kini teringat setiap perih yang ditorehkan dustamu di hatiku. Tak
sekali dua kali aku mencoba membuat pembenaran, menciptakan alasan bahwa kau
mungkin tak bersungguh-sungguh melukaiku. Kau bahkan tak mencoba membela
dirimu. Kau menundukkan kepala, membisu. Dan
kini, lihat, aku menertawakan diriku sendiri. Betapa ironisnya hidup ini,
sayangku. Kau yang selalu bisa membuatku tertawa justru yang paling bisa
membuatku menangis....




0 komentar:
Posting Komentar